Beranda / Kabar Ma'had / Hidupkan Tradisi Muhadharah, M...

Hidupkan Tradisi Muhadharah, Mahasantri Ma'had Al-Jami'ah IAIN Ternate Tampil Berpidato dalam Tiga Bahasa

Admin Mahad 05 May 2026
TERNATE – Suasana Masjid Darussalam Kampus IAIN Ternate tampak lebih hidup dari biasanya pada Selasa malam, 5 Mei 2026. Ma'had Al-Jami'ah IAIN Ternate kembali menggelar Muhadharah Usbu'iyyah, agenda latihan pidato mingguan yang menjadi salah satu pilar pembinaan mahasantri dalam mengasah kepercayaan diri, kemampuan retorika, dan penguasaan bahasa.

Kegiatan yang dipandu oleh Eka Devianti, mahasantri dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, ini dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh Nadzira Sillia dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, dilanjutkan dengan sari tilawah yang disampaikan secara fasih oleh Sari Asbir dari Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Lantunan pembuka ini sekaligus menjadi penanda khidmatnya suasana malam muhadharah.

Memasuki sesi inti, tampil enam mahasantri sebagai pemateri pidato yang mewakili tiga bahasa sekaligus. Sarudin dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam membuka dengan pidato Bahasa Indonesia, disusul Sri Wulandari dari Program Studi Pendidikan Agama Islam. Pada segmen Bahasa Inggris, giliran Sarifa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Dahlan dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang tampil menyampaikan pidatonya. Sesi ditutup dengan dua pidato Bahasa Arab yang dibawakan oleh Sahrian dari Program Studi Hukum Keluarga Islam serta Arsnun dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam.

Usai sesi pidato, Ustadz Cokro Malik Sitanggang selaku pembina hadir memberikan ta'liq atau komentar evaluatif terhadap penampilan para peserta. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kualitas materi, intonasi penyampaian, dan penampilan keseluruhan para mahasantri perlu terus ditingkatkan secara konsisten agar muhadharah benar-benar menjadi wahana pembentukan karakter da'i yang mumpuni.

Melanjutkan majelis dengan mauizhatul hasanah, Ustaz Cokro Malik Sitanggang mengangkat mutiara hikmah dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu yang termaktub dalam kitab Nahjul Balaghah — salah satu maha karya klasik Islam yang menghimpun khutbah, surat, dan hikmah Amirul Mukminin Ali RA. Beliau menyampaikan:
"Inna akhwafa maa akhafu 'alaikumutsnataani: ittibaa'ul hawaa wa thuulul amal."
"Sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa diri kalian ada dua perkara: mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan."
Pesan agung ini disampaikan sebagai tamparan lembut sekaligus pengingat keras agar setiap mahasantri tidak terbuai kesenangan sementara dan senantiasa menjaga orientasi hidup yang jauh dari jebakan nafsu duniawi.

Para mahasantri tampak menyimak dengan seksama setiap untaian nasihat yang disampaikan. Suasana masjid yang hening dan penuh perhatian mencerminkan kesungguhan mereka dalam menerima ilmu dan bimbingan dari para asatidz.

Muhadharah Usbu'iyyah sejatinya bukan sekadar ajang latihan berbicara, melainkan sebuah madrasah pembentukan kepribadian yang melatih keberanian, ketajaman pikiran, dan keluasan wawasan dalam tiga bahasa sekaligus. Dengan konsistensi agenda ini, Ma'had Al-Jami'ah IAIN Ternate terus berupaya mencetak generasi mahasantri yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga mampu tampil percaya diri sebagai juru dakwah di tengah masyarakat.
Bagikan Berita Ini: