KH Ahmad Sadid Jauhari Ajak Mahasantri Teladani Spirit Isra’ Mi’raj di Ponpes Darul Falah Ternate
Admin Mahad
18 February 2026
Suasana khidmat menyelimuti halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Falah Ternate pada Rabu (28/01) malam. Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate bersama para asatid dan asatidzah hadir memenuhi undangan khusus dalam agenda pengajian rutin walisantri yang dirangkaikan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H.
Acara ini menjadi momentum istimewa karena menghadirkan tokoh besar dari Jawa Timur, KH Ahmad Sadid Jauhari. Beliau merupakan Pengasuh Ponpes Assunniyyah Kencong, Jember, sekaligus menjabat sebagai Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kehadiran sosok ulama kharismatik ini memberikan magnet tersendiri bagi warga pesantren dan civitas akademika Ma’had Al-Jami’ah yang hadir.
Kegiatan ini diinisiasi oleh KH Ahmad Dardirie, S.H.I., M.Ag., selaku Pengasuh Ponpes Darul Falah Ternate. Dalam sambutannya, Kiai Dardirie yang juga merupakan Pembina Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate mengungkapkan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar-lembaga pendidikan Islam di Maluku Utara serta memperkuat sanad keilmuan para santri.
Dalam ceramah intinya, KH Ahmad Sadid Jauhari menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah, terutama salat lima waktu sebagai buah dari perjalanan Isra’ Mi’raj. Beliau mengingatkan bahwa di tengah disrupsi zaman, mahasantri harus memiliki fondasi spiritual yang kokoh agar tidak mudah tergerus oleh arus negatif modernisasi yang menjauhkan diri dari nilai-nilai agama.
"Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang menjadi tolok ukur keimanan seorang hamba. Mahasantri sebagai agen perubahan harus mampu membawa spirit ini dalam kehidupan akademis maupun sosial," ujar Kiai Sadid di hadapan jamaah yang antusias menyimak hingga akhir acara.
Selain dihadiri oleh keluarga besar Ponpes Darul Falah dan Ma’had Al-Jami’ah, tampak hadir pula sejumlah tokoh agama dan masyarakat setempat. Integrasi antara mahasantri kampus dengan santri tradisional dalam satu majelis ini dinilai sebagai langkah positif dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang inklusif di Kota Ternate.
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIT tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH Ahmad Sadid Jauhari. Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasantri dapat mengambil ibrah (pelajaran) mendalam untuk terus berproses menjadi pribadi yang unggul, baik secara intelektual maupun spiritual, sebagaimana misi yang diusung oleh Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate.
Acara ini menjadi momentum istimewa karena menghadirkan tokoh besar dari Jawa Timur, KH Ahmad Sadid Jauhari. Beliau merupakan Pengasuh Ponpes Assunniyyah Kencong, Jember, sekaligus menjabat sebagai Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kehadiran sosok ulama kharismatik ini memberikan magnet tersendiri bagi warga pesantren dan civitas akademika Ma’had Al-Jami’ah yang hadir.
Kegiatan ini diinisiasi oleh KH Ahmad Dardirie, S.H.I., M.Ag., selaku Pengasuh Ponpes Darul Falah Ternate. Dalam sambutannya, Kiai Dardirie yang juga merupakan Pembina Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate mengungkapkan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar-lembaga pendidikan Islam di Maluku Utara serta memperkuat sanad keilmuan para santri.
Dalam ceramah intinya, KH Ahmad Sadid Jauhari menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah, terutama salat lima waktu sebagai buah dari perjalanan Isra’ Mi’raj. Beliau mengingatkan bahwa di tengah disrupsi zaman, mahasantri harus memiliki fondasi spiritual yang kokoh agar tidak mudah tergerus oleh arus negatif modernisasi yang menjauhkan diri dari nilai-nilai agama.
"Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang menjadi tolok ukur keimanan seorang hamba. Mahasantri sebagai agen perubahan harus mampu membawa spirit ini dalam kehidupan akademis maupun sosial," ujar Kiai Sadid di hadapan jamaah yang antusias menyimak hingga akhir acara.
Selain dihadiri oleh keluarga besar Ponpes Darul Falah dan Ma’had Al-Jami’ah, tampak hadir pula sejumlah tokoh agama dan masyarakat setempat. Integrasi antara mahasantri kampus dengan santri tradisional dalam satu majelis ini dinilai sebagai langkah positif dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang inklusif di Kota Ternate.
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIT tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH Ahmad Sadid Jauhari. Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasantri dapat mengambil ibrah (pelajaran) mendalam untuk terus berproses menjadi pribadi yang unggul, baik secara intelektual maupun spiritual, sebagaimana misi yang diusung oleh Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate.
Kabar Terbaru
Suara Merdu Mahasantri Ma'had Al-Jami'ah Pukau Sesdirjen Pendis dan Para Pejabat di Raker IAIN Ternate
2 days ago
Bergerak Cepat, Satu Hari Setelah Bertemu Menteri Agama, Rektor IAIN Ternate Kantongi Surat Permohonan Afirmasi dari Ditjen Pendis
3 weeks ago
IAIN Ternate Selangkah Lebih Dekat Menuju UIN Sultan Babullah, Rektor dan Wagub Maluku Utara Temui Menteri Agama di Jakarta
3 weeks ago