"Tiga Bahasa, Satu Pesan: Muhadharah Usbu'iyyah Ma'had Al-Jami'ah Ajak Mahasantri Jaga Lisan dan Perbanyak Taubat
Admin Mahad
18 June 2026
TERNATE – Suasana Muhadharah Usbu'iyyah di Ma'had Al-Jami'ah IAIN Ternate pekan ini terasa lebih hidup dengan kehadiran tiga bahasa yang mewarnai setiap rangkaian acara. Dipandu oleh Rafli Boke yang membawakan acara dalam bahasa Inggris, kegiatan rutin ini sukses menghadirkan perpaduan antara nilai keilmuan, semangat berbahasa, dan pesan-pesan keagamaan yang menyentuh.
Acara dibuka dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh Rofaldi dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Suaranya yang merdu mengalun, membawa ketenangan dan menggetarkan hati siapa saja yang mendengarkan. Tak lama setelah itu, Sarudin dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) tampil menerjemahkan ayat tersebut dengan tegas dan jelas, sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dengan mudah oleh seluruh mahasantri yang hadir.
Memasuki acara inti, mimbar pertama diisi oleh Sari dari Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT). Mengusung bahasa Indonesia, ia mengajak para mahasantri untuk senantiasa menjaga lisan, sebagaimana pesan yang terkandung dalam surat Al-Baqarah. Tidak berhenti di situ, Taufik dari Program Studi PAI kemudian melanjutkan dengan menekankan bahwa pendidikan adalah pondasi penting yang menentukan arah kehidupan manusia.
Giliran berikutnya menjadi momen yang cukup mengesankan ketika Jumaya Mahdi dari Program Studi PAI tampil membawakan pidato berbahasa Inggris. Dengan suara lantang dan penyampaian yang percaya diri, ia menegaskan bahwa prayer is one of the most important acts in Islam, salat adalah salah satu amalan paling penting dalam Islam. Suasana kemudian beralih ke nuansa bahasa Arab saat Siti Alini dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) naik ke mimbar dan menyampaikan pidatonya dengan penuh semangat.
Sesi pidato ditutup oleh Sahrudin yang kembali membawakan materi dalam bahasa Inggris. Pesan yang ia sampaikan begitu menggugah, mengajak setiap mahasantri untuk segera bertaubat tatkala melakukan kesalahan atau dosa, merujuk pada surat Al-Baqarah ayat 222 yang menegaskan bahwa Allah mencintai mereka yang tawwabin (bertaubat) dan mutathahhirin (menyucikan diri). Di penutup pidatonya, ia mengingatkan agar seluruh mahasantri tak henti memperbanyak amal kebaikan, sebab tak seorang pun mengetahui kapan ajal akan tiba.
Menjelang akhir acara, giliran Ustadz Irfan menyampaikan ta'liq atau evaluasi atas pelaksanaan muhadharah pekan ini. Melalui mau'izhah hasanah, yakni nasihat yang baik dan penuh hikmah, beliau berpesan kepada seluruh mahasantri untuk terus meningkatkan kualitas penampilan, baik dalam pidato maupun pembacaan, serta menekankan pentingnya persiapan yang matang agar setiap penampilan dapat tersaji secara maksimal.
Sebagai penutup, kegiatan Muhadharah Usbu'iyyah pekan ini diakhiri dengan penampilan kasidah dari santriwati yang menambah kehangatan dan kekhidmatan di penghujung acara, sekaligus menjadi pengingat bahwa seni dan dakwah dapat berjalan seiring dalam membentuk karakter mahasantri.
Reporter: Sriwulan, Anggun, Alini
Acara dibuka dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh Rofaldi dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Suaranya yang merdu mengalun, membawa ketenangan dan menggetarkan hati siapa saja yang mendengarkan. Tak lama setelah itu, Sarudin dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) tampil menerjemahkan ayat tersebut dengan tegas dan jelas, sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dengan mudah oleh seluruh mahasantri yang hadir.
Memasuki acara inti, mimbar pertama diisi oleh Sari dari Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT). Mengusung bahasa Indonesia, ia mengajak para mahasantri untuk senantiasa menjaga lisan, sebagaimana pesan yang terkandung dalam surat Al-Baqarah. Tidak berhenti di situ, Taufik dari Program Studi PAI kemudian melanjutkan dengan menekankan bahwa pendidikan adalah pondasi penting yang menentukan arah kehidupan manusia.
Giliran berikutnya menjadi momen yang cukup mengesankan ketika Jumaya Mahdi dari Program Studi PAI tampil membawakan pidato berbahasa Inggris. Dengan suara lantang dan penyampaian yang percaya diri, ia menegaskan bahwa prayer is one of the most important acts in Islam, salat adalah salah satu amalan paling penting dalam Islam. Suasana kemudian beralih ke nuansa bahasa Arab saat Siti Alini dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) naik ke mimbar dan menyampaikan pidatonya dengan penuh semangat.
Sesi pidato ditutup oleh Sahrudin yang kembali membawakan materi dalam bahasa Inggris. Pesan yang ia sampaikan begitu menggugah, mengajak setiap mahasantri untuk segera bertaubat tatkala melakukan kesalahan atau dosa, merujuk pada surat Al-Baqarah ayat 222 yang menegaskan bahwa Allah mencintai mereka yang tawwabin (bertaubat) dan mutathahhirin (menyucikan diri). Di penutup pidatonya, ia mengingatkan agar seluruh mahasantri tak henti memperbanyak amal kebaikan, sebab tak seorang pun mengetahui kapan ajal akan tiba.
Menjelang akhir acara, giliran Ustadz Irfan menyampaikan ta'liq atau evaluasi atas pelaksanaan muhadharah pekan ini. Melalui mau'izhah hasanah, yakni nasihat yang baik dan penuh hikmah, beliau berpesan kepada seluruh mahasantri untuk terus meningkatkan kualitas penampilan, baik dalam pidato maupun pembacaan, serta menekankan pentingnya persiapan yang matang agar setiap penampilan dapat tersaji secara maksimal.
Sebagai penutup, kegiatan Muhadharah Usbu'iyyah pekan ini diakhiri dengan penampilan kasidah dari santriwati yang menambah kehangatan dan kekhidmatan di penghujung acara, sekaligus menjadi pengingat bahwa seni dan dakwah dapat berjalan seiring dalam membentuk karakter mahasantri.
Reporter: Sriwulan, Anggun, Alini
Kabar Terbaru
Suara Merdu Mahasantri Ma'had Al-Jami'ah Pukau Sesdirjen Pendis dan Para Pejabat di Raker IAIN Ternate
5 days ago
Bergerak Cepat, Satu Hari Setelah Bertemu Menteri Agama, Rektor IAIN Ternate Kantongi Surat Permohonan Afirmasi dari Ditjen Pendis
3 weeks ago
IAIN Ternate Selangkah Lebih Dekat Menuju UIN Sultan Babullah, Rektor dan Wagub Maluku Utara Temui Menteri Agama di Jakarta
4 weeks ago