Beranda / Kabar Ma'had / Tasyakuran Dies Natalis ke-60...

Tasyakuran Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate: Tiga Lapis Rasa Syukur dan Asa Menuju UIN Sultan Baabullah

Media Mahad 02 September 2026
Ternate — Suasana khusyuk dan penuh rasa syukur menyelimuti Masjid Darussalam (Lab Spiritual) IAIN Ternate pada Senin (31/8). Seluruh civitas akademika berkumpul usai melaksanakan sholat Asar berjamaah untuk menghadiri acara tasyakuran spesial yang digelar sekitar pukul 16.00 WIT, sekaligus menjadi penutup dari rangkaian empat kegiatan Dies Natalis ke-60 yang telah berlangsung sejak pagi. Agenda ini digelar dalam rangka memperingati dua momen penting sekaligus, yakni Dies Natalis IAIN Ternate yang ke-60 tahun serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Perjalanan panjang enam dekade IAIN Ternate dalam mengabdi di dunia pendidikan tinggi keagamaan Islam menjadi pijakan utama dilaksanakannya momentum tasyakuran ini. Dipandu langsung oleh Sekretaris Ma'had, Ustadz Irfan, rangkaian acara berlangsung hangat namun tetap sarat makna.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan secara merdu oleh Amroji Abdullah, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir IAIN Ternate. Lantunan ayat suci tersebut menambah kesyahduan suasana masjid di sore hari, membawa ketenangan bagi seluruh jemaah yang hadir sebelum memasuki agenda utama.
Setelah pembacaan Al-Qur'an, Ustadz Irfan kemudian memimpin sesi dzikir dan doa bersama. Seluruh peserta yang hadir tampak khusyuk memanjatkan doa, memohon keberkahan, keselamatan, serta kemajuan bagi kampus IAIN Ternate agar terus melahirkan generasi yang unggul dan berakhlak mulia di masa depan.
Memasuki acara inti, penceramah Ustadz Amri menyampaikan tausiyah spiritual di hadapan para hadirin. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya meneladani akhlak dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai landasan utama dalam kehidupan sehari-hari.
Secara khusus, Ustadz Amri mengingatkan jamaah mengenai tiga bentuk rasa syukur yang perlu dirawat dalam momen tasyakuran ini. Pertama adalah bersyukur atas orang-orang terdahulu, mulai dari orang tua, leluhur, guru, hingga para pendahulu yang telah berjuang membuka jalan bagi berdirinya kampus. Kedua, bersyukur atas diri sendiri dengan menghargai nikmat kesehatan, jiwa, pemikiran, serta kemampuan bertahan hingga sejauh ini. Terakhir, bersyukur kepada Sang Pencipta atas segala nikmat, takdir, dan kesempatan hidup yang senantiasa diberikan-Nya.
Rangkaian tasyakuran kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sepatah dua patah kata dari Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., M.A. Dalam sambutan singkatnya, beliau menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar IAIN Ternate yang telah berkontribusi menjaga eksistensi kampus hingga mencapai usia 60 tahun.
Rektor menjelaskan, tasyakuran yang digelar di penghujung 31 Agustus itu sekaligus menjadi penanda tiga momentum sekaligus: peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, semangat Kemerdekaan Republik Indonesia, serta tonggak berdirinya Fakultas Tarbiyah pada tahun 1966 sebagai salah satu fakultas di bawah IAIN Alauddin Ujungpandang, yang kini dikenal sebagai Makassar. Dari fakultas pertama itulah cikal bakal kampus ini tumbuh, berkembang menjadi STAIN Ternate pada 1993, sebelum akhirnya beralih status menjadi IAIN Ternate sejak 2013. Menutup penjelasannya, Rektor menitipkan optimisme untuk masa depan kampus. “Insya Allah, Institut ini dapat beralih bentuk menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Baabullah,” ujar Adnan.
Beliau berharap, rangkaian momentum bersejarah ini—peringatan Dies Natalis dan Maulid Nabi—dapat menyuntikkan semangat baru bagi seluruh civitas akademika untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
Acara tasyakuran yang berlangsung hingga menjelang petang ini pun ditutup dengan penuh kehangatan, mempererat tali silaturahmi antar civitas akademika IAIN Ternate dalam memperingati tonggak sejarah penting kampus mereka.

Reporter: Rudi I Abd. Haji
Bagikan Berita Ini: